2026-06-10
InaBCRU Hadiri Pertemuan GBatNet di Baltimore: Langkah Perdana Membangun Jejaring Riset dan Konservasi Kelelawar Global
Yogyakarta, Juni 2026 – Indonesian Bat Conservation Research Union (InaBCRU) secara resmi mencatatkan langkah internasional pertamanya. Ketua Umum InaBCRU, Sigit Wiantoro, Ph.D., hadir langsung sebagai delegasi Indonesia, sekaligus wakil Southeast Asian Bat Conservation Research Unit (SEABCRU) dalam pertemuan Global Union of Bat Diversity Networks (GBatNet) Network & Working Group Leaders’ Meeting 2026 yang berlangsung di Baltimore, Amerika Serikat.Kehadiran InaBCRU dalam forum dunia ini menjadi tonggak sejarah penting. Ini merupakan agenda internasional pertama yang diikuti oleh organisasi setelah resmi berdiri pada Februari 2025 lalu.Sinergi Global untuk Kelestarian KelelawarGBatNet Meeting merupakan agenda pertemuan seluruh jejaring (network) dan kelompok kerja (Working Group) yang terdiri dari para peneliti, akademisi, praktisi, pengiat konservasi dan pemerhati kelelawar dari berbagai belahan dunia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk berdiskusi, berbagi perkembangan riset terbaru, serta merumuskan langkah kolaboratif dalam menghadapi tantangan konservasi kelelawar secara global.Sebagai organisasi yang relatif baru, InaBCRU, sebagai mitra regional SEABCRU di Baltimore, membawa misi penting untuk memperkenalkan potensi, tantangan, serta kekayaan keanekaragaman hayati kelelawar yang dimiliki Indonesia kepada dunia internasional.Harapan dan Langkah ke DepanMelalui keikutsertaan dalam GBatNet Meeting ini, InaBCRU berharap dapat meletakkan fondasi yang kuat dalam lanskap konservasi global."Kami berharap melalui partisipasi ini, InaBCRU dapat lebih dikenal di kancah internasional. Ini adalah peluang besar untuk memperluas koneksi global yang nantinya akan sangat berdampak pada penguatan kegiatan penelitian, kapasitas peneliti lokal, serta program-program konservasi kelelawar di Indonesia," ujar Sigit Wiantoro, Ph.D.Langkah awal di Baltimore ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lintas negara, mulai dari proyek riset bersama, pertukaran pengetahuan, hingga dukungan pendanaan konservasi, demi menjaga kelestarian kelelawar dan ekosistemnya di Indonesia.